Keremangan
jiwa membebani
Jelaga
itu sektika menyelimuti tubuhku
Sekejap
meleburkan segenap raga dan menjadikannya halimun hitam
Memekatkan
kelam malam tanpa sinar bulan
Yang ada
hanya seberkas cahaya dari sebatang lilin yang hendak padam
Lilin yang kunyalakan sejak lampau
Sebelum ku menjadi yang tak kasat mata
Sekedar ketulusan tuk menyinari dunia
Sekedar kepasrahan memberi penerang jiwa2 limbung kehilangan arah
Terus menjaga tuk tetap bersinar sekuat daya melawan hitam kelam dunia
Lilin yang kunyalakan sejak lampau
Sebelum ku menjadi yang tak kasat mata
Sekedar ketulusan tuk menyinari dunia
Sekedar kepasrahan memberi penerang jiwa2 limbung kehilangan arah
Terus menjaga tuk tetap bersinar sekuat daya melawan hitam kelam dunia
Kehampaan
yang mengalunkan prosa-prosa ketakberdayaan
Menggapai-gapaiku
pada embun-embun yang telah menguap
Terkapar membisu
berupaya mengengah-engah
Hela
menghela namun hanya nafas bukan mobilitas
Tak ada
semarak namun masih jua berupaya seringai semesta mengolok seakankah bongkahan
batu bergeming nanar tapi belum padam
Menjaga cahaya itu jangan sampai padam dan mati
Sekarang saat ku tak lagi mampu menyalakan cahaya lagi
Saat tak jua bisa menjaga sisa cahaya yang kunyalakan waktu dulu
Saat cahaya itu tinggal menunggu ajal
Bersamaan ku yang tlah menjadi yang tak kasat mata bersatu dengan desir angin
Menjaga cahaya itu jangan sampai padam dan mati
Sekarang saat ku tak lagi mampu menyalakan cahaya lagi
Saat tak jua bisa menjaga sisa cahaya yang kunyalakan waktu dulu
Saat cahaya itu tinggal menunggu ajal
Bersamaan ku yang tlah menjadi yang tak kasat mata bersatu dengan desir angin
Setidaknya setiap repihan raga ini masih mampu menjadi teman dalam gelapmu
Teman di tengah malammu
Menyentuhmu dalam sapuan angin di kesendirian malammu
Memasuki ragamu mengobati luka dalam hatimu
Sebelum luka itu menimbulkan keremangan di jiwamu
Harapku akan tetap sama
Jangan sendiri sepertiku tanpa ditemani kepekaan sisihku yang semestinya mampu melepaskanku dari keremangan jiwa
Kiranya ku merasa dan mendengar jerit hatimu
Suaraku kan mengalun dan berbisik menenangkanmu bersama desir angin yang tak kau sadari.
Aku disitu…
Harapku akan tetap sama
Jangan sendiri sepertiku tanpa ditemani kepekaan sisihku yang semestinya mampu melepaskanku dari keremangan jiwa
Kiranya ku merasa dan mendengar jerit hatimu
Suaraku kan mengalun dan berbisik menenangkanmu bersama desir angin yang tak kau sadari.
Aku disitu…
*reny yner_7’01’13
No comments:
Post a Comment